Bulan Sya`ban dan Fadilahnya

Alhamdulillah, semoga kebahagian dan kesejukan rahmat-Nya senantiasa menaungi hari-hari kita….

Puji syukur kepada Allah azawajalla, kita masih bisa merasakan indahnya bulan yang dirahmati Allah, bulan Sya`ban. Dinamakan bulan Sya`ban karena disana amat banyak kebaikan. Sya`ban diambil dari lafadz ‘Asy Syi`bi’ disebut jalan menuju gunung, dan inilah yang disebut jalan menuju kebaikan.

Bulan Sya`ban juga adalah bulan latihan/pemanasan untuk menunaikan ibadah pada bulan yang akan datang yakni bulan Ramadhan. Untuk itu kita perlu mempersiapkan diri, baik persiapan secara rohani amaupun secara lahiriah. Persiapan secara rohani bisa kita lakukan misalnya dengan mempelajari hal-hal penting yang berhubungan dengan amalan-amalan bulan Ramadhan, kemudian persiapan jiwa, semangat, niat dan kesungguhan.

Persiapan lahiriah bisa kita persiapkan misalnya dengan latihan berpuasa, kebugaran fisik, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan fisik.

Dalam bulan Sya`ban ini juga ada malam yang begitu banyak fadilahnya, yakni malam nisfu Sya`ban (malam pertengahan bulan Sya`ban), terlepas dari sanad hadisnya, lemah atau kuat, malam ini bisa kita jadikan sebagai malam untuk memperbaiki diri dalam rangka menyambut bulan Ramadhan (bukan berarti malam yang lain tidak perlu untuk mempersiapkan diri, tapi malam ini memiliki fadilah tersendiri yang bisa digunakan sebagai motivasi dalam beramal. Baca entri selengkapnya »

Berikan Qu Kekuatan untuk Menata Hati

Disuatu daerah, ada perlombaan antar sekolah dalam rangka memperingati hari besar nasional. Hari itu sungguh sangat meriah. Para pendukung memberikan sorak dukungan bagi  jagoannya.

Detik-detik  yang menegangkan. Peserta yang berhak ke babak final hanya tersisa 4 orang yang mewakili nama sekolahnya masing-masing. Menariknya, balapan itu adalah robot hasil karya sendiri atau sekolah yang diwakilinya.

Diantara 4 peserta ini, ada yang bernama Hanif. Robot yang dimilikinya tidaklah terlalu istimewa jika dibandingkan dengan robot milik peserta yang lainnya. Bahannya hanya terbuat dari bahan yang sederhana dengan asesoris yang tidak terlalu mewah. Tapi dia bangga, kerana robot itu hasil karyanya sendiri.

Tibalah saat yang ditunggu untuk memulai balapan, setiap peserta bersiap-siap memasang robotnya digaris start. Detak jantung dan rasa yang bercampurbaur dari para peserta,  kerana ini adalah babak terakhir, babak penentuan pemenang.

Namun, sesaat kemudian Hanif meminta waktu sejenak. “ Bapak hakim, ijinkan aku minta waktu sebentar ya ..” kemudian Hanif mengangkat kedua tangannya tertangkup dan mulutnya seperti mengucapkan sesuatu tapi tak terdengar. Sepertinya Hanif memanjatkan doa, kemudian dia berkata “ ya … aku siap !!” Baca entri selengkapnya »

Jangan Menunggu Diminta

Segala puji bagi Allah azawajalla yang telah begitu banyak member nikmat kepada kita, semoga kita termasuk hamba-Nya yang pandai mensyukuri nikmat.

Suatu hari, aQ  menerima email dari seorang sahabatku yang luar biasa baiknya. Dengan email itu dia mengajarkan suatu hikmah besar bagi hidup ini. Ada pesan yang indah disana, JANGAN MENUNGGU DIMINTA, yep.. itulah pesan yang indah itu.

Hmm.. rasanya  aku ingin mengadili diri ini.. Baca entri selengkapnya »

Tarbiah Qolbu

Suatu anugerah besar kita masih bisa merasakan manisnya islam dan iman.

Wahai hamba yang hina, mau kemana kamu ? Geli rasanya jika mereview kejadian yang telah lalu, hidup tidak  jelas, terbuai dengan kenikmatan sesaat. Engkau hadir saat ini bukan untuk bersenag-senang, foya-foya terus mati masuk surga,  wah enak benar kamu, hai ..!!! bangun-bangun…!!!  dari mimpimu yang menyesatkan, bangunlah untuk menyongsong esok yang nyata, bukan khayalan tapi pasti dan pasti kamu akan mendapatinya, itulah mati. Mati bukan untuk mati, tapi mati untuk hidup sesungguhnya kekal abadi dan tidak ada lagi yang musnah. Apa yang kamu lihat saat ini hanyalah fatamorgana, ingat itu.. !!!  berbuatlah untuk tujuan esok, raihlah keridhoan Allah dengan melakukan semua yang di ridhoi oleh Allah.

Kita semua adalah dai, minimal dai untuk diri sendiri, dai yang dibangga-banggakan Allah di depan majelis yang mulia, majelis malaikat. Dai ini harus memilki sifat yang agung diantaranya, berwawasan luas seperti langit, tegak teguh seperti gunung, istiqomah seperti matahari, tawaddu seperti bumi, dan tabah seperti unta. Jadilah pribadi dai yang dibanggakan. Baca entri selengkapnya »

Manjadi diri yg Mulia

Jika tiada seorangpun yang mau berempati dengan kesulitan yang ku alami. Atau mungkin juga tidak ada yang mau ikut merayakan keberhasilan yang ku capai, tidak mau mendengar bahkan  melihat  curahan perasaan ini, maka mungkin lebih bijak jika ku abaikan dan tidak memasukkannya ke dalam hati. Sewajarnya memang manusia selalu disibukkan dengan urusan pribadinya masing-masing, lebih banyak yang mengutamakan kepentingannya sendiri. Ya benar !!.. jangan dimasukkan kedalam hati, karena hal itu hanya akan menyesakkan dan menambah bebean ini menjadi terasa lebih berat. Kehadiran kita disini bukan untuk hal yang sia-sia.

Sungguh kita sangat berarti untuk sesuatu yang besar,  adanya cacing dicipta untuk menggemburkan tanah, adanya bebatuan untuk menopang gunung menjadi kokoh.  Oleh karena itu jangan penatkan pikiran ini hanya untuk memohon perhatian dari orang lain. Jadilah diri yang pandai memberi, dengan demikian kita akan menjadi manusia yang paling menikmati  indahnya hidup ini karena kita telah berhasil menjadi pribadi yang sesungguhnya diri kita sendiri, yakni manusia yang baik. Kalo kita merasa belum baik maka sesungguhnya kita belum sepenuhnya menjdai diri kita sendiri. bukankah Allah azawajalla menciptakan kita pada dasarnya adalah makhluk yang mulia ?…  maka muliakan diri kita dengan pribadi yang agung dengan menjadi bibit-bibit keindahan yang dibangun dengan sifat yang terpuji.

« Entri lama