Jika tiada seorangpun yang mau berempati dengan kesulitan yang ku alami. Atau mungkin juga tidak ada yang mau ikut merayakan keberhasilan yang ku capai, tidak mau mendengar bahkan melihat curahan perasaan ini, maka mungkin lebih bijak jika ku abaikan dan tidak memasukkannya ke dalam hati. Sewajarnya memang manusia selalu disibukkan dengan urusan pribadinya masing-masing, lebih banyak yang mengutamakan kepentingannya sendiri. Ya benar !!.. jangan dimasukkan kedalam hati, karena hal itu hanya akan menyesakkan dan menambah bebean ini menjadi terasa lebih berat. Kehadiran kita disini bukan untuk hal yang sia-sia.
Sungguh kita sangat berarti untuk sesuatu yang besar, adanya cacing dicipta untuk menggemburkan tanah, adanya bebatuan untuk menopang gunung menjadi kokoh. Oleh karena itu jangan penatkan pikiran ini hanya untuk memohon perhatian dari orang lain. Jadilah diri yang pandai memberi, dengan demikian kita akan menjadi manusia yang paling menikmati indahnya hidup ini karena kita telah berhasil menjadi pribadi yang sesungguhnya diri kita sendiri, yakni manusia yang baik. Kalo kita merasa belum baik maka sesungguhnya kita belum sepenuhnya menjdai diri kita sendiri. bukankah Allah azawajalla menciptakan kita pada dasarnya adalah makhluk yang mulia ?… maka muliakan diri kita dengan pribadi yang agung dengan menjadi bibit-bibit keindahan yang dibangun dengan sifat yang terpuji.